Namaku Hanifah Citra Nurkhasanah,umur 28 tahun telah bersuami
namun belum dikaruniai seorang anak. Aku adalah lulusan sebuah Universitas
Terkenal di Bogor). Pak Hambali adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal.
Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air
ledeng.
Dia adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahunan dan mempunyai 2
istri. Benar kata orang bahwa dia ini seorang bandot tua, buktinya ketika di
rumahku kao aku lewat didepannya, seringkali matanya jelalatan melihat padaku
seolah-olah matanya tembus pandang ke balik pakaianku. Padahal aku wanita yang
selalu mengenakan jilbab dan baju panjang sampai mata kaki.
Tak pernah kelihatan oleh orang lain selain suamiku, karena hanya
wajahku yang cantik dan kedua telapak tanganku ini saja yang kelihatan. Wah wah
wah..Dengan pakaian muslimahku ini saja masih melotot seolah pandangannya mampu
menembus ke balik jilbab dan baju panjangku,apalagi kalu dia liat aku pas pakai
celana pendek di dalam rUmah pasti ngiler deh orang ini,pikirku dalam hati.
Bagiku sih tidak apaapa, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi
lakilaki, berarti ia mengagumiku sebagai sosok wanita alim yang berpakaian
rapi.No problem gitulahbukankah aku telah menutup seluruh tubuhku dan hanya
wajah dan telapak tanganku saja yang bisa ia lihat? Sebagai wanita dewasa yang
telah bersuami aku tahu persis bahwa di otaknya pasti diisi oleh fantasi jorok
mengenai lekuk liku tubuhku yang tertutup rapat itu.
Ah..masa bodoh lah.yang penting aku telah menjalani kewajibanku
untuk menutup aurat.Namun,terkadang aku risih juga dengan tatapan matanya yang
seakan menjelajah tubuhku tadi.Inilah yang membuatku selalu berhatihati bila
melewat di depannya.Aku selalu menjulurkan jilbab lebarku hingga tonjolan buah
dadaku yang cukup besar ini tak terlihat olehnya.Kalau sampai tercetak
payudaraku.wah bisa gawat.Aku yakin di dalam pikirannya pasti penuh halhal yang
jorok tentangku.
Rabu,Pertengahan Januari Sekitar
Jam 11.00 WIB Aku sedang di rumah sendirian. Suamiku sejak pagi tadi telah
berangkat kantor.Seperti biasa,selesai mandi aku dudukduduk di beranda belakang
menikmati pemandangan alam.Aku membaca tabloid muslimah ,bacaan
kesukaanku.Sambil makan makanan kecil dan minum jamu untuk menjaga stamina
tubuhku.
Aku memakai baju panjang terusan warna krem muda,dengan jilbab
lebar putih bersih.Baju panjang seperti ini yang aku sukai,sebab selain menutup
seluruh tubuh,pakaian ini juga nyaman dan longgar. ..Namunkarena buah
dadaku yang sangat besar dan montok ini menyebabkan tonjolan besar di balik jilbab
dan bajuku.
Tibatiba terdengar bel berbunyi, segera kuletakkan tabloid muslimah ke meja,dan
berjalan ke arah pintu. Kulihat dari jendela, ternyata Pak Hambali yang datang,
pasti dia mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan suamiku tadi.
Kubukakan pagar dan kupersilakan dia ke dalam Silakan Pak duduk
dulu ya, saya ambil uangnya senyumku dengan ramah mempersilakannya duduk di
ruang tengah.
Kok sepi sekali dik, kemana yang lain ? Ya.beginilah Pak, kalau
suami saya ke kantor,biasanya saya sendirian saja di rumah, tapi uangnya udah
dititip ke saya kok, Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku,
terutama bagian dadaku yang menonjol itu. Aku juga sadar kalau dadaku sempat
diintip olehnya waktu menunduk untuk menaruh segelas teh untuknya.
Untunglah gaun putihku ini cukup panjang dan lebar,hingga ia tak
menemukan yang apa dicarinya.
Minum Pak tawarku lalu aku kembali masuk ke dalam untuk mengambil
rekening untuk pembayaran ledeng.
Aku sama sekali tak mengetahui kalau ternyata pak Hambali
memasukkan sesuatu ke dalam gelas minumanku saat aku masuk ke dalam.Sambil
membawa rekening terakhir pembayaran,aku kembali duduk di depannya dengan
menyilangkan kaki kananku sehingga pahaku yang jenjang dan putih itu tercetak
di balik kain panjang yang kukenakan. Aku meneguk gelas yang telaH dicampuri
sesuatu tadi,dan sedikitpun aku tak mengetahui bahwa itu
adalah obat perangsang sex tingkat tinggi.
Beberapa saat setelah aku minum,benar sajaaku merasakan geli2 dan
letupan birahi yang menggoda liang memekku.Puting susuku tiba2 menjadi kencang
dan runcing.gairah sexku tiba2 membuncah tingi ke awang2.Aku jadi terbayang
saat2 aku bersetubuh dengan suamiku..nikmat..geligatal.!!ya,rasa itu seperti
sangat dekat.
Aku resah..dudukku jadi tak tenang,sebentar2 aku menggerakkan
lutut untuk menutupi gejolak birahi yang melanda. Nuansa mesum mulai terasa di
ruang tamuku yang nyaman itu. Dia menanyananyaiku sekitar masalah anak muda,
kegiatan2 pengajian, masa2 muda saat kuliah, hoby, keluarga, dan lainlain, tapi
matanya terus saja menelanjangiku. Dik Citra jamunya apa sih,kok kelihatan
cantik terus..???
Busyet.ia memulai rayuannya. Habis bersih2 rumah ya dik, soalnya
badannya keringatan gitu terus mukanya merah lagi katanya. Iya nih Pak
,jawabku sambil mataku kurasakan meredup dan bibirkupun terasa
gemetar.Aku tak kuat menahan birahi iniSambil bersuara lirihaku menjawab
pertanyaan2 pak Hambali.
Biasa kan Pak, wanita harus jaga badan lah, rajin minum jamu dan
beres2in rumah.Cuma sekarang jadi pegel banget nih, pengen dipijat rasanya,
bapak bisa bantu pijitin ga ? godaku sambil mengurutngurut pahaku.Sumpahaku
cuma bercanda.Aku sengaja berseloroh begitu hanya untuk menggoda dan mengetahui
sampai di mana keberaniannya.
Namun astaga.rupanya aku salah duga.Ia ternyata jauh lebih berani
dari yang aku duga. Tanpa diminta dia segera bangkit berdiri dan pindah ke
sebelahku, waktu berdiri kuperhatikan ia lagi2 melihat ke dadaku yang menonjol
dari balik jilbab dan baju muslimahku, akupun tak punya daya dan kekuatan untuk
menghindari tubuhnya yang kini dekat sekali ke tubuhku.
Kulihat wajahnya yang memang tampan, juga kulihat penisnya ngaceng
berat di balik celananya. Mari Dik, kesinikan kakinya biar bapak pijat.
Tanganku mencoba menahannya agar ia tak menyentuh tubuhku.Namun ia nekat tak
menghentikan langkahnya, Dik Citratenang Diknanti Dik Citra akan merasa
nyaman.Katanya sambil tangannya memegang lengan kananku dan tangan kirinya
meraih pundakku. Jangan Pakmalu,kataku sambil
mendorongnya.Dik Citra..ayolah Dik.ia tak mau berhenti. Pandai benar laki2 ini,
ia sangat percaya diri berbuat seperti ini.
Ia tahu persis rupanya,walau mulutku menolak perlakuannya, namun
gerak dan irama tubuhku justru mengijinkan bahkan menginginkan lebih dari
semuanya.
Akhirnya aku benar2 diamuk birahi yang menggelegak, pertahananku
runtuh, aku membiarkan tangannya menyentuh dan menjamah tubuhku. Aku merubah
posisi dudukku menjadi menyamping dan menjulurkan kakiku ke arahnya. Dia
mengusapkakiku, menyingkapkan baju panjangku,mengelus betisku..dan
ooohh..perlakuannya sangat lembut meraba2 betis dan hingga ke atas di pangkal
pahaku. Aku merengek manja..Paaakk..ooouuhhnafsu telah menguasai jiwaaku.Aku
tak ingat lagi bahwa lelaki yang kini menjamahku ini bukanlah suamiku. Aku tak
ingat lagi, bahwa aku seorang muslimah cantik jelita yang masih memakai jilbab
dan baju panjangnya, kini mengijinkan tubuhnya dipegang dan diraba2 oleh laki2
lain selain suaminya.
Pak Hambali mulai mengurut paha turun ke bawah hingga betisku.
Uuuhh.pijatannya benarbenar enak, telapak tangannya yang kasar itu
menelusup ke dalam baju panjangku,membelai pahaku yang putih mulus
membangkitkan birahiku. Akupun mendesahdesah sambil menggigit bibir bawahku.
Dik Citra.kamu wanita yang sangat cantik, alim, ber jilbab, dan sangat sopan.
Bapak jadi penasaran sekali dengan kemulusan dan keindahan tubuh dik Citra yang
selalu tertutup jilbab ini. Aku sudah tak mampu lagi mendengarkan celotehannya.
Yang aku rasakan hanyalah geligatalnikmatyang menuntut pemuasan.
Pijatan bapak enak ya Dik ? tanyanya lagi. Aku terus mendesah membangkitkan
nafsu Pak Hambali, desahanku kadang kusertai dengan geliat tubuh. Tanganku
mencengkeram sandaran sofa menahan nikmat tak tertahankan, sambil aku menyandarkan
kepalaku yang terbungkus jilbab lebar warna putih ini. Dia semakin berani
mengelus paha dalamku, bahkan menyentuh pangkal pahaku dan meremasnya.
EnngghhPak ! desahku lebih kuat lagi ketika kurasakan jari jarinya
mengelusi bagian itu Tubuhku makin menggelinjang sehingga nafsu Pak Hambali pun
semakin naik dan tidak terbendung lagi. Celana dalamku yang
berwarna pink dipelorotkannya .
Aaww! aku sangat kaget sambil menutupi kemaluanku dengan telapak
tanganku. Sungguh.belum pernah laki2 lain selain suamiku menyentuh tubuhku
bahkan menyentuh kemaluanku.
Aku seorang muslimah yang ber jilbab,taat menjaga
kehormatan.Jangankan menyentuh melihat kakiku saja tak ada yang pernah. Tapi
kali ini pak Hambali seorang laki2 yg bukan suamiku telah jauh masuik ke dalam
bagian2 tubuhku yang selama ini aku jaga.
Namun,melihat reaksiku dia justru makin gemas saja, ditariknya
celanaku yang sudah tertarik hingga lutut itu lalu dilemparnya ke belakang,
tanganku yang menutupi kemaluan juga dibukanya sehingga kemaluanku yang
berambut lebat itu tampak olehnya, klistorisku yang merah merekah dan sudah
becek siap dimasuki. Pak Hambali tertegun beberapa saat memandangiku yang sudah
bugil bagian bawah itu.
Kamu memang sempurna Dik Citra, dari dulu bapak sering
membayangkan ngentotin kamu, kamu wanita yang sangat cantik dan alim. Kamu
wanita sopan, baik dan suci di balik jilbab dan pakaian2 muslimahmu. Di balik jilbab
dan baju panjangmu,aku justru sangat penasaran dan tertantang ingin melihat dan
menyingkapnya.., akhirnya hari ini kesampaian juga rayunya. Dia mulai melepas
kemejanya sehingga aku dapat melihat perutnya yang berlemak dan dadanya yang
berbulu itu. Lalu dia membuka sabuk dan celananya sehingga benda dibaliknya
kini dapat
mengacung dengan gagah dan tegak.
Wowgede banget!kataku dalam hati.Aku menatap takjub pada organ
tubuh itu, begitu besar dan berurat,jauh lebih besar dan panjang dari pada
milik suamiku.Aku sudah tidak sabar lagi menggenggam dan mengulumnya.
Pak Hambali begitu membuka pahaku lalu membenamkan kepalanya di
situ sehingga selangkanganku tepat menghadap ke mukanya. Busyet.laki2 ini
bernafsu banget dengan kemaluanku.Dengan jilbab lebar warna putih yang masih
kukenakan,dan baju panjang muslimah yang juga masih membungkus tubuhku,laki2
ini menelusupkan wajahnya ke dalam selengkanganku.
Hhmmwangi, pasti adik rajin merawat diri yah godanya waktu
menghirup kemaluanku yang kurawat dengan apik dengan sabun pembersih wanita.
Sesaat kemudian kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik vaginaku,
oohhlidahnya menjilati klistorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati
dinding kemaluanku. Lidah tebal dan kumisnya itu terasa menggelitik bagiku, aku
benarbenar merasa geli di sana sehingga mendesah
tak tertahan sambil meremasi rambutnya.
Suamiku saja tak pernah berbuat segila ini, mencium bahkan
menjilatjilat lobang memekku. Kedua tangannya menyusup ke atas..menuju
dadaku,walau masih terhalang jilbab panjang dan baju muslimahku, ia kelihatan
sudah
sangat bernafsu meremas, membelai, dan memelintirmelintir ujung buah
dadaku.Secepat kilat,tangan kanannya menelusup ke balik kain jilbab ku di
bagian dada,ya.tangannya telah meraih leherku,,,mengekluksnyadan secepat kilat
pula tangan itu berogoh masuk ke dalam baju panjangku dan menemukan buah dadaku
yang sangat kenyal yang selama ini diincarnya itu. Jarijarinya yang besar
bermain dengan liar disana, memencet putingku dan
memelintirnya hingga benda itu terasa makin mengeras.
Aku naik ke wajahnya dan membungkukkan tubuhku, tangan kiriku
menyingkap dan memegang ujung bawah kain panjangku,kuangkat tinggi2 hingga
sampai ke pusar.Tangan kananku meraih benda kesukaanku itu, dalam genggamanku
kukocok perlahan sambil menjilatinya. Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok
batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak, lalu jilatanku naik lagi ke ujungnya
dimana aku mulai membuka mulut siap menelannya. Oohhbatang itu begitu gemuk dan
berdiameter lebar persis seperti tubuh pemiliknya, sehingga akupun harus
membuka mulutku selebar lebarnya agar bisa mamasukkannya. Aku mulai mengisapnya
dan memijati buah pelirnya dengan tanganku.
Pak Hambali mendesahdesah enak menikmati permainanku, sementara
aku juga merasa geli di bawah sana, kurasakan ada gerakan memutarmutar di dalam
liang vaginaku oleh jarinya, jarijari lain dari tangan yang sama mengeluselus
klistoris dan bibir vaginaku, bukan itu saja, lidahnya juga turut menjilati
baik anus maupun vaginaku. Sungguh suatu sensasi yang hebat sekali sampai
pinggulku turut bergoyang menikmatinya, juga semakin bersemangat mengulum
penisnya.
Selama 10 menitan kami menikmatinya sampai ada sedikit terganggu
oleh berbunyinya HP Pak Hambali. Aku lepaskan penisnya dari mulutku dan menatap
padanya.Kulirik kain bh di
dadaku.beberapa rambut jembut kemaluan pak Hambali rontok dan menempel di jilbab
putihku.Aku mengambilnyadan memperhatikannya.Wow.panjang banget bulu jembutnya
Pak Hambali menyuruhku mengambil HPnya di atas meja ruang tamu, lalu dia
berkata
Ayo dik, terusin dong karaokenya, biar bapak ngomong dulu di
telepon Aku pun tanpa raguragu menelan kembali penisnya.
Dia bicara di HP sambil penisnya dikulum olehku, tidak tau deh
bicara dengan siapa, emang gua pikirin, yang pasti aku harus berusaha tidak
mengeluarkan suarasuara aneh. Tangan satunya yang tidak memegang HP terus
bekerja di selangkanganku, kadang mencucukcucukkannya ke vagina dan anusku,
kadang meremas bongkahan bontotku.
Tibatiba dia menggeram sambil menepuknepuk bontotku, sepertinya menyuruhku
berhenti, tapi karena sudah tanggung aku malahan makin hebat mengocok dan
mengisap penis itu sampai dia susah payah menahan geraman nikmatnya karena
masih harus terus melayani pembicaraan.
Akhirnya muncratlah cairan putih itu di mulutku yang langsung saya
minum seperti kehausan, cairan yang menempel di penisnya juga saya jilati
sampai tak bersisa. Ngga koktidak apaapacuma tenggorokkan saya ada masalah
dikit katanya di HP Tak lama kemudian dia pun menutup HP nya, lalu bangkit
duduk dan menaikkanku ke pangkuannya, tangan kirinya dipakai menopang tubuhku,
lalu dengan sigap tangannya bergerak menyelinap diantara kedua pangkal pahaku.
Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan mengorekngorek vaginaku,
aku meringis ketika merasakan jarijari itu bergerak semakin cepat mempermainkan
nafsuku. Pak Hambali menurunkan ritsluiting di pounggungku, memelorotkan
pakaian muslimahku dari bahu dan meloloskannya lewat lengan kananku, sehingga
kini payudara kananku yang putih montok itu tersembul keluar. Dengan penuh
nafsu langsung dia lumat benda itu dengan mulutnya.
Aku menjerit kecil waktu dia menggigit putingku dan juga
mengisapnya kuatkuat, bulatan mungil itu serasa makin menegang saja. Dia
membuka mulutnya lebarlebar berusaha memasukkan seluruh payudaraku ke mulutnya,
di dalam mulutnya payudaraku disedot, dikulum, dan dijilat, rasanya seperti mau
dimakan saja milikku itu.
Sementara selangkanganku makin basah oleh permainan jarinya, jari
jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja. Hingga suatu saat birahiku terasa
sudah di puncak, mengucurlah cairan cintaku dengan deras. Aku mengatupkan
pahaku menahan rasa geli di bawahku sehingga tangannya terhimpit diantara kedua
paha mulusku. Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak jarijarinya
sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia
jilati cairanku dijarinya itu,sebagian ia lap dan bersihkan dengan kain jilbab
yang terjulur di dadaku ini. aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan
cintaku sendiri.
Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini dia
mengelusngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya. Telapak tangannya yang
penuh sisasisa cairan itu dibalurinya pada payudaraku Sayang kalo dibuang, kan
mubazir ucapnya Kembali lidahnya menjilati payudaraku yang sudah basah itu,
sedangkan aku menjilati cairan pada tangannya yang disodorkan padaku. Tanganku
yang satu merabaraba ke bawah dan meraih penisnya, terasa olehku batang itu
kini sudah mengeras lagi, siap memulai aksi berikutnya. Peluh kenikmatan
membasahi tubuh dan wajahku.
Tanganku meraih bros di jilbab bagian depan dadaku untuk
melepasnya.Namun tangan pak Hambali mencegahnya sambil menggenggam tanganku.
Biarkan Dik Citra,biarkan kamu tetap mengenakan jilbab dan baju panjangmu
ini,Justru inilah yang membuatku sangat terangsang.Di balik jilbab dan baju
panjangmu ini,tersimpan sejuta misteri kenikmatan,dan hari nii aku terlah
membuktikannya. Jantungku serasa copot mendengarnya..ya aku seorang wanita ber jilbab,telah
bersuami lagi.
Sekarang tengah bersetubuh dengan laki2 lain selain
suamunya,Wanita macam apa aku ini,begitu hatiku berkecamuk.Namun itu hanya
sekilas dan hanya beberapa detik saja,karena Pak Hambali kembali membelai belai
buah dadaku dan menciumi wajah dan bibirku.Gairah sex kembali membuatku
melayang layang tak ingat apa2 lagi, yang ku mau hanyalah di jilat..di remas dan
di hisap terus Geli2 gatal di liang kewanitaanku
sungguh tak tertahankan.Ini hanya bisa dipuaskan dengan..kemaluan pak RT ku
yang besar dan tegang ini.
Dia membalik tubuhku, tepat berhadapan dengannya, tangan kananya
memegangi penisnya untuk diarahkan ke vaginaku. Aku membukakan kedua bibir
vaginaku menyambut masuknya benda itu. Setelah kurasakan pas aku mulai
menurunkan tubuhku, secara perlahan tapi pasti penis itu mulai terbenam dalam
kemaluanku.
Goyanganku yang liar membuat Pak Hambali mendesahdesah keenakan,
untung dia tidak ada penyakit jantung, kalau iya pasti sudah kumat. Baju
muslimah yang masih menyangkut di bahu sebelah kiri diturunkannya sehingga
pakaian itu menggantung di perutku dan payudara kiriku tersingkap. Nampak
sekali bedanya antara yang kiri yang masih bersih dengan bagian kanan yang
daritadi menjadi bulanbulanannya sehingga sudah basah dan memerah bekas
cupangan.
Kedua tangannya meremasremas kedua payudaraku, ketika melumatnya
terkadang kumisnya yang kasar itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli
yang nikmat. Lidahnya bergerak naik ke leherku dan mencupanginya sementara
tangannya tetap memainkan payudaraku. Birahiku sudah benarbenar tinggi, nafasku
juga sudah makin tak teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan
pertama kalinya dia berselingkuh
seperti ini.
Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi, frekuensi
goyanganku kutambah, jilbab yang kukenakan pun semakin kusut dan basah oleh
keringat kenikmatan,lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus berpacu sambil
bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetesnetes di sekitar mulut,
eranganku teredam oleh ciumannya.
Mengetahui aku sudah mau keluar, dia menekan nekan bahuku ke bawah
sehingga penisnya menghujam makin dalam dan vaginaku makin terasa sesak.
Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak tertahankan lagi terdengar dari
mulutku, perasaan itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya aku
terkulai lemas dalam pelukan nya.
Dia menurunkanku dari pangkuannya, penisnya terlihat berkilauan
karena basah oleh cairan cinta. Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di
sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Setelah minum
beberapa teguk, aku merasa sedikit lebih segar, paling tidak pada
tenggorokkanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. jilbab lebar
warna putih bersih itu, dirapikannya.Dan baju panjang yang masih menggantung di
perut dia lepaskan, sehingga kini aku bugil total kecuali jilbab lebar yang
masih kukenakan di kepala,menjulur sampai ke dada.
Sebelum tenagaku benarbenar pulih, Pak Hambali sudah menindih
tubuhku, aku hanya bisa pasrah saja ditindih tubuh gemuknya. Dengan lembut
diamengecup keningku, membelai belai jilbab di kepalaku,ya.ia kelihatan sangat
menyukai dan mengagumi wanita cantik ber jilbab seperti halnya diriku. Dari
sana kecupannya turun ke pipi, hingga berhenti di bibir, mulut kami kembali
saling berpagutan. Saat berciuman itulah, Pak Hambali menempelkan penisnya pada
vaginaku, lalu mendorongnya perlahan, dan aahh.mataku yang terpejam menikmati
ciuman tibatiba terbelakak waktu dia menghentakkan pinggulnya sehingga penis
itu menusuk lebih dalam.
Kenikmatan ini pun berlanjut, aku sangat menikmati gesekangesekan
pada dinding vaginaku. Buah dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang
sedikit berbulu, kedua paha rampingku kulingkarkan pada pinggangnya.
Kadang tanganku mengangkai ujung senjata yang terjulur di dada agar
buah dadaku yang montok dapat bersentuhan langsung dengan tubuh pak Hambali.
Aku mendesah tak karuan sambil mengigiti jariku sendiri. Sementara
pinggulnya dihentakhentakkan diatasku, mulutnya tak hentihentinya melumat atau
menjilati bibirku, wajahku jadi basah bukan saja oleh keringat, tapi juga oleh
liurnya. Leherku pun tak luput dari jilatannya, lalu dia angkat lengan kananku
ke atas dan dia selipkan kepalanya di situ.
Aahh.ternyata dia sapukan bibir dan lidahnya di ketiakku yang
halus tak berbulu itu, kumis kasar itu menggelitikku sehingga desahanku
bercampur dengan ketawa geli. Wajah Pak Hambali yang tampan kini tersembunyi di
balik jilbab lebarku yang berwarna putih,sementara lidahnya menjilatjilat
ketiakku. Uuuhh.Pakaakkhh! aku kembali mencapai orgasme, vaginaku terasa
semakin banjir, namun tak ada tandatanda dia akan segera keluar, dia terlihat
sangat menikmati mimik wajahku yang sedang orgasme.
Suara kecipak cairan terdengar jelas setiap kali dia menghujamkan
penisnya, cairanku sudah meleleh kemanamana sampai membasahi sofa, untung
sofanya dari bahan kulit, jadi mudah untuk membersihkan dan menghilangkan
bekasnya.
Tanpa melepas penisnya, Pak Hambali bangkit berlutut di antara
kedua pahaku dan menaikkan kedua betisku ke pundaknya. Tanpa memberiku
istirahat dia meneruskan mengocok kemaluanku, aku sudah tidak kuat lagi
mengerang karena leherku terasa pegal, aku cuma bisa mengapmengap seperti ikan
di luar air. Tak lama kemudian dia cabut penisnya dan menurunkan kakiku. Dia
naik ke wajahku, lalu dia tempelkan penisnya yang masih tegak dan basah di
bibirku.
Akupun memulai tugasku, kukulum dan kukocok dengan gencar sampai
dia mengerang keras dan menjambak rambut di belakang kepalaku. Maninya
menyemprot deras membasahi wajahku,bahkan banyak yang tercecer mengotori jilbab
putih yang kukenakan.
Aku membuka mulutku menerima semprotannya. Setelah semprotannya
mereda pun aku masih mengocok dan mengisap penisnya seolah tidak membiarkan
setetespun tersisa. Batang itu kujilati hingga bersih, benda itu mulai menyusut
pelanpelan di mulutku. Kami berpelukan dengan tubuh lemas merenungi apa yang
baru saja terjadi.
Sofa tempat aku berbaring tadi basah oleh keringat,begitu juga
baju panjang muslimah yang tergeletak di lantai,turut basah oleh keringat dan
semprotan sperma yang tercecer.****** lebar warna putih yang masih kupakai
ini,tak luput dari semprotan sperma pak Hambali hingga basah dann kuyup.Cairan
kenikmatan menggenang di lantai,baju muslimahku,dan jilbab ku.OOhhh.nikmatnya
masih terasakan saat2 pak Hambali menyemprotkan cairan cintanya.Sayang tidak
keluar di dalam vaginaku.
Namun karena aku lagi subur,maka aku memang yang memintanya untuk
dikeluarkan di luar.Cairan kenikmatan tercecer di sana sini, jilbab putihku pun
ternoda,dan cairan cintaku yang menetes disana sini bercampur dengan cairan
cinta pak Hambali. Masih dalam keadaan memakai jilbab namun bugil di bagian
bawah, aku berjalan sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air
putih.
Waktu aku kembali ke ruang tamu, Pak Hambali sedang mengancingkan
lagi bajunya, lalu meneguk air yang tersisa di gelasnya. Wah Dik Citra ini
benar-benar hebat ya, istri bapak sekarang udah ga sekuat adik lagi padahal
mereka sering melayani bapak berdua sekaligus pujinya yang hanya kutanggapi
dengan senyum manis. Setelah berpakaian lagi, aku mengantarnya lagi ke pintu
depan. Sebelum keluar dari pagar dia melihat kiri kanan dulu, setelah yakin
tidak ada siapasiapa dia menepuk bontotku dan berpamitan.
Sambil meremas pantatku dengan kuat,ia tersenyum sambil berbisik ,
Ternyata memek wanita cantik ber jilbab * sangat enak.aku ketagihan nih! Dasar
bandot, belum cukup punya istri dua, masih ngembat istri orang kataku dalam
hati. Namun sejujurnya aku mengakui.penisnya memang sangat besar dan
panjanginilah yang membuatku merasa sangat nikmat,jauh lebih nikmat dibanding
saat bercinta dengan suamiku.
Akhirnya aku pun melepaskan jilbab putihku dan mandi membersihkan
tubuhku dari sperma, keringat, dan liur. Siraman air menyegarkan kembali
tubuhku setelah seharian penuh bercinta dan berolah syahwat. Beberapa saat
sesudah aku selesai mandi, suamiku pun pulang. Ia bilang wangi ruang tamunya
enak sehingga kepenatannya agak berkurang, aku senyumsenyum saja karena ruang
itu terutama sekitar medan laga kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan
untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi.
Komentar
Posting Komentar